Skip to main content

Waspada Keguguran, Kenali Gejalanya!

Keguguran adalah salah satu hal yang selalu menghantui kaum wanita disaat hamil. Apalagi Bila kehamilan itu diperoleh sesudah sekian lama  mencoba serta berusaha. Keguguran akan jadi momok yg paling menakutkan.

Ingrid Rodi, M.D., dari The Fertility Center in Santa Monica, California, menyarankan supaya wanita hamil perlu waspada dan mengetahui risiko dan  tanda-tanda/gejala keguguran. Tujuannya supaya bisa lebih berhati-hati serta menghindari risiko keguguran. Lebih kurang 30 persen kehamilan gagal karena para perempuan  tidak mengetahui dirinya hamil. Sementara kurang lebih 15 persen mengungkapkan kehamilannya gagal sebab keguguran.

Sebelum mengenali tanda-tanda awam keguguran, ibu hamil juga perlu mengetahui berbagai faktor yang acapkali jadi penyebab utama keguguran. Beberapa di antaranya usia ibu yg telah lanjut, bobot tubuh yg kurang atau berlebih, diabetes, tekanan darah tinggi, merokok, serta kebiasaan minum minuman beralkohol.

Sekarang, mari kita kenali empat tanda-tanda umum  seseorang ibu hamil akan mengalami keguguran. Jikalau merasakan gejala ini, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter, ya Ladies.

1Pendarahan – Pendarahan kerap jadi gejala paling awam keguguran. Hanya saja tidak semua pendarahan yg dialami mak   hamil bisa berujung di keguguran. “lebih kurang 30 persen wanita akan mengalami pendarahan saat kehamilan,” jelas Dr. Rodi. “namun tidak semuanya mengalami keguguran,” lanjutnya. Jika mengalami pendarahan saat hamil, segera hubungi dokter buat bisa segera mengetahui penyebab dan  kemungkinannya.

2Rasa Sakit dan Nyeri – Serupa dengan pendarahan, rasa sakit pada sejumlah area bisa jadi gejala awal keguguran. Umumnya rasa sakit dan  nyerinya terletak di area perut, panggul, atau punggung bagian bawah. Rasa sakitnya bisa seperti kebas (mati rasa) sampai nyeri seperti saat sedang menstruasi. Agak susah buat mengetahui rasa sakitnya ini normal atau tidak karena sakit saat kehamilan bisa juga disebabkan oleh kandungan yang terus membesar.

3Keaktifan Bayi yg Berkurang pada Kandungan – Sebagian besar keguguran terjadi di trimester pertama. Tapi gejala keguguran pada usia kandungan lanjut agak berbeda. Salah satunya dengan mendeteksi keaktifan bayi yang berada dalam kandungan. Jikalau bayi tiba-tiba pasif atau tidak seaktif umumnya, segera hubungi dokter. Mengecek kesehatan bayi juga jadi salah satu cara untuk mencegah keguguran terjadi.

4Perubahan pada Tanda-tanda Kehamilan – Salah satu tanda-tanda yg kurang umum akan keguguran adalah dengan berkurangnya tanda-tanda kehamilan seperti mual serta muntah atau payudara yg terasa kencang. Dr. Rodi memaparkan, “jikalau terdapat perubahan tiba-tiba di trimester ke 2, umumnya ini ditimbulkan oleh berkurangnya hormon-hormon kehamilan.” Tes darah dibutuhkan untuk mengukur kadar hormon-hormon kehamilan untuk mengetahui apakah terdapat kemungkinan keguguran atau tidak.

Secara garis besar , indikator pasti keguguran tidak bisa ditentukan. Jadi langkah amannya ialah  selalu memantau serta memeriksakan kesehatan secara rutin ke dokter atau bidan. Pastikan juga untuk selalu menghubungi dokter jikalau merasakan sesuatu yang berbeda atau aneh dari kehamilan yg dirasakan. Semoga info ini berguna, Ladies!