Skip to main content

Tips Meningkatkan Keterampilan Berbicara Si Kecil

Pastinya, bayi yang sudah dapat berguling, merangkak, dan berdiri selama delapan belas bulan pertama menjadi kehidupan yang luar biasa, tapi melihat anak Anda belajar berbicara adalah juga sangat menakjubkan. Otak anak-anak secara genetik diprogram untuk menyerap dan belajar bahasa, dan sebagian besar melakukannya pada kecepatan yang menakjubkan ketika Anda mempertimbangkan bagaimana kompleksnya keterampilan mengatur itu. Selain itu, momen ketika bayi Anda mulai memahami kata-kata Anda (“bahasa reseptif”) untuk menggunakan mereka sendiri (“bahasa ekspresif”) adalah sangat menarik.

Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan verbal sekitar 50 persen diwariskan, yang berarti bahwa 50 persen lainnya berasal dari lingkungan dan pengalaman, baik di rumah dan sekolah. Jadi apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak Anda belajar untuk berbicara? Berikut tipsnya:

Mendengarkan Lebih Penting daripada Berbicara

Mungkin selama ini kita mendengar bahwa berbicara dengan anak Anda sangatlah penting. Keluarga dengan verbal yang tinggi menghasilkan anak-anak verbal, maksudnya menggunakan banyak kata-kata, bercerita setiap hari pada anak. Tapi studi terbaru menunjukkan bahwa meskipun mengatakan kata-kata untuk anak Anda sangat penting, mendengarkan dan menanggapi kata-kata mereka bahkan lebih penting. Anak-anak dengan orang tua yang sering menanggapi telah terbukti menjadi lebih terampil berbicara.

Itu berarti mendengarkan suara yang keluar dari mulut anak Anda sama pentingnya dibanding mengoceh kepadanya. Ketika ia mengucapkan kata-kata yang baru ditemukan dan kalimat pendek untuk Anda, beri jeda, buatlah kontak mata dan tanggapi. Anda membiarkan dia tahu bahwa kata-katanya berdampak dan memberinya dorongan untuk melanjutkan.

Menahan Diri untuk Menyela

Meskipun Anda ingin mendengarkan dan menanggapi, pastikan Anda tidak begitu antusias untuk menanggapi sehingga menyelanya ketika si kecil berbicara. Kita sering begitu bersemangat pada anak-anak kita untuk berbicara sehingga kita tidak sengaja mengganggu mereka ketika mereka tengah berpikir. Tahan diri Anda ketika si kecil sedang berbicara, hanya membuat kontak mata dan biarkan dia tahu Anda mendengarkan. Jangan menyelesaikan kalimatnya.

Sebagai contoh, katakanlah si kecil mulai berbicara dengan baris pertama lagu ‘Twinkle, Twinkle, Little Star.” Anda sangat gembira mendengarnya dan Anda mungkin ingin bergabung, tapi lihat apa yang terjadi jika Anda hanya menonton, mendengarkan, dan mengangguk kepala Anda ketika dia bernyanyi bukannya mengambil alih lagu sendiri.

Ikuti Mata dan Minat Si Kecil

Setiap momen sepanjang hari adalah kesempatan untuk belajar kata, tapi Anda akan terkejut dengan peningkatan si kecil jika Anda berbicara tentang objek atau tindakan yang dia tertarik, bukan minat Anda.

Katakanlah Anda berada di taman dan seekor burung berbulu indah hinggap di atas pohon. Anda tertarik, dan anak-anak mencintai hewan, kan? Tapi anak Anda terpaku dengan tongkat yang dia temukan dan kini menusuk-nusukkan di tanah dengan kakinya. Alih-alih menunjuk dan berbicara tentang burung, berbicaralah ke mana perhatiannya: “Saya lihat tongkat itu. Kamu membuat lubang!” Alih-alih mengarahkan fokus balita Anda, ikuti rasa ingin tahunya. Di situlah pelajaran terbaik terjadi.

Menggunakan Tangan

Anda tidak perlu menggunakan bahasa isyarat formal, tapi isyarat yang telah dikaitkan dengan kemampuan verbal yang lebih baik. Ingatlah bahwa kata-kata hanya satu bagian dari komunikasi; menunjuk, melambai, dan menekankan dengan tangan Anda semua membantu juga.

Membaca, Menyanyi, dan Matikan TV

Daripada menyimpan buku bacaan untuk pengantar tidur, pakailah buku untuk waktu bermain si kecil sehingga anak Anda tidak hanya bergaul dengan buku menjelang tidur. Juga perhatikan berapa banyak Anda membaca di depan anak Anda karena ketika dia melihat Anda membaca novel mengirimkan pesan yang cukup penting baginya.

Bernyanyi membantu anak-anak belajar bahasa karena sebuah lagu membantu otak mengkodekan kata. Duduklah di lantai menghadap balita Anda dan mulailah menyanyikan lagu anak-anak yang sederhana.

Dan yang terahir, sebenarnya TV tidak benar-benar melelehkan sel-sel otak, juga tidak membantu anak Anda mengembangkan bahasa. Alasan besar untuk ini akan kembali ke prinsip bahwa mendengarkan lebih penting daripada berbicara, dan TV tidak dapat menanggapi anak Anda. Sederhananya: kegiatan lain anak Anda bisa dilakukan di dunia nyata, dunia fisik adalah stimulasi yang lebih baik, dan praktek untuk pertumbuhan otaknya dan perkembangan kosa kata.