Skip to main content

Migrain (Sakit Kepala Sebelah), Waspadai Penyebabnya

Migrain adalah kondisi neurologis, ditandai dengan sakit kepala, yang mempengaruhi sekitar 15% dari populasi. Gejala yang paling umum dari migrain adalah sakit kepala berulang yang berlangsung dari 4 sampai 72 jam, sakit parah pada satu sisi kepala, mual dan muntah, dan sensitivitas terhadap cahaya dan suara.

Apa yang menyebabkan migrain?

Meskipun penyebab pasti migrain belum diketahui, peneliti percaya bahwa migrain dapt dihubungkan dengan ketidakseimbangan dalam serotonin, zat kimia di otak. Migrain juga bisa disebabkan oleh interaksi antara batang otak dan saraf trigeminal yang merupakan saraf kranial terbesar yang bertanggung jawab atas sensasi di wajah serta fungsi motorik seperti menggigit dan mengunyah. Ini juga telah membuktikan bahwa migrain itu genetik dengan hampir 90% dari penderita migrain memiliki kerabat yang juga merupakan penderita migrain. Selanjutnya, penyebab migrain juga dapat mencakup perubahan lingkungan, seperti perubahan cuaca.
Meskipun apa yang menyebabkan migrain belum ditentukan, ada beberapa faktor yang diketahui yang mungkin memicu migrain. Dalam beberapa kasus mungkin menjadi salah satu pemicu tunggal yang menimbulkan migrain dan dalam kasus lain beberapa pemicu kumulatif berbeda yang mengaibatkan migrain. Hal ini membuat sulit untuk mengidentifikasi apa yang bisa menimbulkan migrain.

Apa Pemicu Migrain?

Pemicu migrain dapat dikategorikan ke dalam hal-hal berikut:

1Makanan dan Minuman

Makanan dan minuman sering dapat merusak gigi yang dapat menimbulkan migrain. Untuk menentukan makanan pemicu, penting untuk meneliti waktu antara mengonsumsi makanan pemicu dan migrain. Hal ini juga penting untuk menentukan apakah sakit kepala ini berhubungan dengan makanan yang sesekali atau tidak. Neurolog sering merekomendasikan melacak asupan makanan sehari-hari untuk mengidentifikasi apa yang dapat memicu migrain.

  • Cokelat
    Cokelat mengandung asam amino tyramine yang merupakan pemicu umum dari migrain. Yang harus diperhatikan adalah pada kuantitas cokelat yang dikonsumsi pada waktu tertentu.
  • Keju Tua seperti cheddar, brie, keju camembert dan stilton
    Tyramines terbentuk ketika protein dalam keju tua rusak dari waktu ke waktu. Semakin tua keju semakin banyak tyramines yang dapat ditemukan di dalamnya.
  • Makanan olahan
    Makanan olahan seperti sosis, dendeng, deli daging, dan kornet mengandung nitrit, yaitu zat yang sering digunakan sebagai pengawet dan penguat rasa, yang dikenal dapat memicu migrain.
  • Makanan dengan aditif
    Makanan aditif termasuk monosodium glutamat (MSG), ekstrak ragi, ragi protein nabati yang terhidrolisis atau terautolisis (HVP), protein nabati terhidrolisis (HPP), dan natrium caseinate diketahui dapat memicu migrain. Makanan yang mengandung aditif sering ditemukan dalam masakan Cina dan Jepang.
  • Kafein
    Kafein dapat menjadi pemicu migrain.Mengkonsumsi kafein dalam jumlah besar atau tiba-tiba meninggalkannya dapat menjadi pemicu utama timbulnya migrain.
  • Alkohol
    Komponen-komponen tertentu dari alkohol termasuk tyramines, sulfit, dan antihistamin dicurigai sebagai pemicu migrain. Sedangkan sebagian besar anggur merah adalah juga dicurigai sebagai pemicu, penelitian telah menunjukkan bahwa minuman beralkohol lainnya seperti brandy dan wiski juga dapat memicu migrain. Minum alkohol juga dapat menyebabkan dehidrasi yang juga dapat memicu migrain. Disarankan bergantian untuk minum minuman beralkohol dengan air untuk menghindari dehidrasi.

2Menstruasi Pada Wanita

Perubahan tingkat estrogen dan perubahan hormon lain sebelum dan selama menstruasi adalah pemicu umum dari migrain pada wanita. Sekitar 50% dari wanita penderita migrain mengatakan, migrain mereka terkait dengan siklus menstruasi mereka.

3Tingkah Laku

Perilaku yang memicu migrain umumnya terkait dengan gaya hidup penderita migrain, meliputi: Stres dan kecemasan karena pekerjaan atau masalah kehidupan pribadi, melewatkan makan, memeras tenaga fisik, kurang tidur

4Lingkungan

Lingkungan pemicu sering tidak dalam kontrol dari penderita migrain dan dapat mencakup: perubahan cuaca, perubahan tekanan udara, bau tertentu, suara keras, cahaya terang.

Orang-orang yang mengatakan cuaca sebagai pemicu migrain sering sensitif terhadap panas atau dingin, kelembaban, kekeringan, dan perubahan tekanan udara yang ekstrem. Perubahan cuaca dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam tingkat serotonin di otak yang cenderung membawa migrain.