Skip to main content

Menyiapkan Balita Untuk Menyambut Adik Bayinya

Mengumumkan kepada keluarga dan teman-teman bahwa Moms hamil lagi, pasti akan disambut dengan antusias. Namun, memberitahu balita Anda kabar gembira tersebut dan reaksinya tidak akan seperti suatu hal yang pasti. Sebagai permulaan, balita mungkin tidak akan memiliki petunjuk sedikit pun apa yang Moms bicarakan, seperti “Seorang bayi dalam perut Mama?”. Kalaupun si kecil dapat menangkap dasar-dasar dari yang Moms katakan, pengumuman tersebut bisa meninggalkan banyak emosi yang bercampur: kebingungan “Apa artinya menjadi seorang kakak?”; kegembiraan “Wah dapat teman baru!”; kemarahan “Aku harus berbagi dengannya?!”; kecemasan “Apakah Mama masih akan menyayangiku?”; ketidaktertarikan “Lalu bagaimana dengan jalan-jalan ke taman bermain?”, dsb.

Kenyataannya adalah sikap balita akan berubah menjadi menakutkan atau meresahkan. Untuk meringankan perubahan sang kakak, dibutuhkan kesabaran dan perencanaan. Berikut tips menyiapkan sang kakak untuk adik baru.

1Menjelaskan Kehamilan
Tidak perlu terlalu rinci. Tapi jelaskan bahwa bayi berasal dari cinta orang dewasa, mereka perlahan-lahan tumbuh dalam perut ibu dan mereka juga dapat mendengar dan tersenyum padanya bahkan ketika mereka masih dalam perut. Jangan lupa untuk menjelaskan bahwa setelah bayi meninggalkan perut, tidak ada jalan kembali. Moms dapat menjelaskannya dengan bercerita melalui buku atau dari foto yang sudah lama, misalnya ultrsound photo ketika Moms sedang mengandung sang kakak. Gambar akan membuat hal tersebut semakin jelas daripada menggunakan kata-kata.

2Jelaskan Peran Sebagai Kakak
Anak yang lebih tua mungkin tidak merasa terancam akan adanya adik baru, tapi mereka perlu tahu bahwa mereka tidak akan kehilangan tempat di hati Moms. Pastikan untuk menunjukkan bahwa anak Moms dapat melakukan banyak hal pada dirinya sendiri sedangkan bayi tidak bisa, seperti makan cokelat, es krim, pisang, atau apapun kesukaannya. Bayi hanya bisa minum susu. Tunjukkan bahwa menjadi anak yang lebih besar itu lebih keren.

3Bicarakan Tentang Perubahan
Jika Moms berencana untuk tidur di kamar yang sama dengan bayi, jelaskan kepada sang kakak dan sering diulangi. Jelaskan bahwa ketika bayi sudah lahir ibu akan melakukan hal-hal tertentu, tetapi tidak akan melakukan hal yang lainnya. Kadang-kadang saat menyusui bayi, Moms tidak akan bisa bermain. Mungkin ayah yang akan menjemput kakak dari tempat penitipan anak atau membuat sarapan. Balita Anda mungkin kecil, tetapi jika Moms sering mengulangi perubahan apa yang akan terjadi itu akan mengurangi keterkejutan akan perubahan.

4Ajari Berinteraksi dengan Bayi
Mengunjungi teman atau kerabat yang mempunyai bayi juga dapat membantu. Jika balita tidak terbiasa berada di sekitar bayi atau melihat Moms menggendong anak lain, ia mungkin mengalami beberapa reaksi yang kuat pada awalnya. Ha ini bagus jika Moms dapat menghabiskan waktu santai dengan keluarga lain sehingga balita bisa terbiasa jika orang tuanya menggendong bayi lain, mereka masih mencintainya dan akan merawatnya. Berada di sekitar bayi lainnya juga akan memberinya kesempatan untuk melihat apa yang mereka suka dan mulai mengembangkan cara-cara untuk berinteraksi dengan mereka.

5Libatkan Balita dalam Menyambut Bayi
Jika dia tertarik, ajak si kecil untuk membantu Moms membuat keputusan sederhana tentang kamar bayi atau mungkin memilih furnitur atau perlengkapan, seperti “Di mana kita harus menempatkan selimut?”, “Apakah kamu pikir kita harus membeli kaus kaki putih atau yang kuning?” Biarkan dia bermain dengan barang-barang bayi dan membuka setiap hadiah yang tiba untuknya. Ini akan membantu dia merasa dilibatkan dan biarkan dia tahu bahwa dia adalah bagian dari panitia penyambut. Atau Moms juga bisa meminta pendapat si kecil mengenai nama adiknya nanti.

Dengan sedikit bimbingan dari orang tua, kakak dan adik dapat tumbuh menjadi dekat. Teman dapat datang dan pergi, tetapi keluarga akan selamanya.