Skip to main content

Mari Cari Tahu! Menghadapi Anak Yang Penasaran

Anak-anak alaminya selalu penasaran. Mereka memiliki keinginan besar untuk menjelajahi dunia mereka dan mencari tahu bagaimana segala sesuatu bekerja. Dan orang tua memiliki alasan kuat untuk menumbuhkan rasa ingin tahu yang melekat ini.

Keingintahuan terkait dengan prestasi akademik, dengan penelitian menunjukkan “sungguh-sungguh bahwa ketika orang ingin tahu tentang sesuatu, mereka belajar lebih banyak, dan lebih baik.” Menurut sebuah penelitian, anak-anak yang orang tuanya mendorong mereka untuk mengajukan pertanyaan lebih mungkin berhasil dalam sains. Keingintahuan juga mendorong kreativitas yang mana kreativitas adalah hasil sampingan alami dari “kehidupan yang didorong oleh keingintahuan.”

Berikut salah satu trik sederhana untuk membangkitkan anak-anak yang penasaran: perhatikan pertanyaan mereka.

Pertanyaan pertama anak berusia satu tahun biasanya: “Apa itu?”. Mereka ingin bantuan menamai dunia mereka-apa yang mereka lihat, dengar, rasakan, cium dan rasakan. Dari situlah, pertanyaanya terus berkembang.

Misalnya, seperti kebanyakan anak berusia empat tahun, akan bertanya dengan “Mengapa?”

Dan kemudian ada pertanyaan tak terucap yang terkadang tampak seperti perilaku buruk.

Berikutnya pertanyaannya akan berkembang “Apa yang akan terjadi jika. . . ?”.

Bagi orang tua, pertanyaan tanpa henti anak-anak bisa menantang pengetahuan dan kesabaran kita. Tapi jika kita ingin memupuk rasa ingin tahu mereka, mungkin tanggapan terbaik yang bisa kita berikan hanyalah ini: “Pertanyaan bagus. Mari cari tahu.”

Berikut tips untuk mengatasi anak yang penasaran:

Mari jelajahi: Daripada membungkam keingintahuan anak-anak balita dan anak-anak prasekolah atau mengarahkan ulang jika perlu: “Jangan lakukan itu, lakukan ini saja!” Jika mereka ingin tahu apa yang terjadi saat mereka membalikkan karton jus, biarkan mereka bermain di luar dengan gelas plastik berisi air. Bawa anak-anak berjalan-jalan di alam dan mengikuti langkah mereka, seperti berhenti lalu menggali tanah, melihat serangga, mengambil daun dan mencari “harta karun”.
Inilah alasan lain untuk memberi ruang kepada anak-anak untuk menjelajahi dunia mereka: petunjuk eksplisit tentang bagaimana bermain membuat anak-anak cenderung tidak membuat penemuan mereka sendiri. Misalnya, ketika Anda menunjukkan kepada anak-anak bagaimana menggunakan mainan, mereka cenderung bermain dengan cara itu: seperti yang Anda tunjukkan! Tetapi jika Anda membiarkan mereka mengeksplorasi secara mandiri, terutama dengan mainan terbuka seperti balok, mereka menjadi penasaran dan lebih cenderung menemukan cara baru yang kreatif untuk bermain.

Mari kita cari tahu: Di era informasi, jawaban untuk banyak pertanyaan “Mengapa?” Ada di saku kita. Ketika anak-anak menanyakan pada Anda, lebih mudah daripada sebelumnya untuk mengatakan, “Saya tidak tahu. Mari kita cari itu!” Tapi sebelum online atau ke rak buku, tanyakan dulu pada anak Anda, “Bagaimana menurut kamu?”
Biarkan mereka berpendapat terlebih dahulu kemudian cari kebenarannya. Mereka akan senang jika pa yang mereka katakan itu benar.

Mari bertanya kepada seorang ahli: Bantu anak Anda yang penasaran melihat bahwa kita dikelilingi oleh para ahli yang bersedia untuk berbagi pengetahuan mereka. Keingintahuan bisa mendorong koneksi. Mulailah dengan memikirkan jaringan teman dan keluarga Anda serta bagaimana mereka bisa membagi ketrampilan, hobi, dan pengalaman hidup mereka dengan anak-anak Anda.