Skip to main content

Benarkah Tidur Berlebihan Buruk Bagi Kesehatan?

Kita sering mendengar tentang bahaya yang sebenarnya terjadi karena terlalu sedikit tidur, tapi sisi lain, tidur terlalu banyak juga tampaknya memiliki beberapa risiko.

Tidur dapat mempengaruhi tubuh dan pikiran. Tidur adalah saat ketika tubuh memperbaiki dan memulihkan dirinya sendiri, dan mendapatkan terlalu sedikit istirahat dapat menyebabkan keseluruhan masalah kesehatan.

Jadi, lebih banyak tidur pasti lebih baik kan? Itu tidak benar!

Bukti lebih banyak menunjukkan bahwa menghabiskan waktu berlebih di tempat tidur juga terkait dengan bahaya kesehatan. Dalam beberapa hal, tidur berlebihan sendiri tampaknya secara langsung mempengaruhi faktor risiko tertentu dan ini mungkin merupakan gejala dari kondisi medis lainnya.

Pertama, mari kita membahas arti tidur nyenyak. Standar normal sudah lama dianggap delapan jam dan itu adalah patokan rata-rata yang bagus. Tinjauan terbaru dari penelitian terkini dari para ahli di National Sleep Foundation memperluas spektrum sedikit. Mereka mengatakan bahwa di suatu tempat dalam kisaran tujuh sampai sembilan jam adalah normal dan sehat untuk kebanyakan orang dewasa berusia antara 18 dan 64 tahun.

Penyebab Tidur Berlebihan

Tidak cukup tidur

Jika Anda tidak cukup tidur di malam hari, Anda akan merasa sulit untuk bangun di pagi hari. Kurang tidur dapat disebabkan oleh kualitas tidur yang buruk, tidak cukup tidur atau memiliki kebutuhan tidur yang tidak normal. Jika Anda belum cukup tidur, Anda akan melunasi semua “hutang tidur” denga menghabiskan lebih banyak waktu untuk melunasinya. Itu bukan tidur berlebihan. Tapi jika Anda secara teratur tidur lebih lama 9 jam sebagai orang dewasa atau 10 orang remaja, wajar jika Anda sedang tidur nyenyak.

Memiliki jadwal tidur yang buruk

Jadwal tidur yang bagus adalah kunci untuk tertidur dan bangun di pagi hari. Ini membawa tubuhmu bangun dari tidur nyenyak untuk merasa gembira, waspada, dan siap untuk memulai hari. Saat jam internal tubuh Anda berada pada jalur, Anda akan mendapati diri Anda terbangun secara alami di pagi hari tanpa memerlukan jam alarm. Ketika keluar dari jalur, Anda tidak dapat bangun dengan alami seperti biasanya. Hal ini sering dikaitkan dengan sindrom fase tidur tertunda, dimana jadwal tidur Anda akan terdorong mundur sehingga jam bangun tidur Anda juga ikut terdorong.

Pola pikir yang buruk

Intinya adalah apapun yang membuat Anda ingin tinggal di tempat tidur daripada bangun. Musim dingin sering memiliki efek ini. Anda perlu memberi diri Anda alasan yang sangat bagus untuk bangun dari tempat tidur yang hangat. Pola pikir yang buruk dapat disebabkan oleh depresi, kurang motivasi, takut, kegelisahan, kebosanan

Efek Tidur Berlebihan

Anehnya, terlalu banyak tidur juga memiliki efek samping negatif, baik secara fisik maupun psikologis.

Efek fisik

Menambah berat badan – Tubuh Anda tidak dapat memanfaatkan energi yang didapat dari makanan saat Anda tidur jadi terpaksa menyimpannya sebagai lemak. Semakin lama tidur, semakin sedikit energi yang Anda perlukan. Hal ini bisa menjadi lebih buruk jika memiliki makan malam yang banyak.

Sakit kepala – sangat umum! Hal ini diyakini disebabkan oleh efek gerakan mata cepat tidur yang terlalu banyak terhadap neurotransmitter di otak. Gerakan ini terjadi lebih banyak pada tahap akhir tidur, sesaat sebelum Anda bangun. Jadi semakin banyak Anda tidur, semakin banyak gerakan mata cepat tidur yang akan Anda terima. Dehidrasi juga bisa menjadi faktor.

Sakit punggung – Kecuali Anda memiliki salah satu kasur busa yang empuk, berbaring di tempat tidur terlalu lama akhirnya akan menyebabkan sakit punggung. Plus, orang yang rawan sakit punggung didorong untuk tetap aktif dan jelas Anda tidak tetap aktif jika tidur.

Penyakit jantung – Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara orang yang tidur 9 sampai 11 jam per malam dan 38% peningkatan kemungkinan penyakit jantung koroner. Alasan untuk hubungan ini tidak sepenuhnya dipahami, tapi bisa dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas akibat tidur nyenyak.

Kematian – Tak bisa dipungkiri efek yang paling serius! Orang yang tidur 9 jam atau lebih per malam memiliki angka kematian lebih tinggi dibanding mereka yang tidur 7 sampai 8 jam per malam. Alasan untuk ini dianggap turun ke efek psikologis yang terkait dengan tidur nyenyak meski masih sedikit misteri.

Efek psikologis

Bila Anda terlalu kesal, tidak dapat disangkal Anda hanya membuang-buang waktu untuk sesuatu yang sebenarnya tidak sehat untuk Anda.

Perasaan tidak terbantu oleh kenyataan bahwa Anda tahu Anda akan sulit tidur malam itu. Terutama mengganggu jika Anda melakukan yang terbaik untuk menjaga pola tidur tetap.

Bila Anda tidur berlebihan, sulit untuk bekerja keras dan membuat kesuksesan sepanjang hari karena pikiran Anda terasa berkabut dan tersumbat.

Jadi tidak mengejutkan, depresi umumnya terkait dengan tidur berlebihan. Sebuah penelitian telah menunjukkan 15% orang dengan depresi tidur terlalu banyak. Meskipun sulit untuk mengatakan apakah ini adalah hasil dari tidur berlebihan atau jika tidur nyenyak hanyalah salah satu gejala.

Menariknya, kurang tidur sebenarnya digunakan untuk mengobati depresi. Jadi jika Anda merasa sedih, mulailah hari dengan bangun lebih awal bisa membantu Anda merasa lebih baik.